St. Yosef adalah seorang santo besar. Ia adalah bapa asuh Yesus dan suami Santa Perawan Maria. Yosef memperoleh hak istimewa untuk merawat Putra Allah sendiri, Yesus, serta BundaNya, Maria. Ia harus bekerja keras dalam bengkel tukang kayunya, tetapi ia tidak berkeberatan. Ia bahagia dapat bekerja bagi keluarga kecilnya. Ia amat mengasihi Yesus dan Maria.
Santo Yosef adalah seorang yang setia, baik, dan murah hati. Namun demikian, Ia sempat ragu untuk mempersunting Maria sebagai istri. Ketika Ia dan Maria akan menikah, Ia mengetahui bahwa Maria akan memiliki bayi dan Ia tak tau apa yang harus dilakukannya saat itu. Hingga pada suatu malam, seorang malaikat datang kepada Yosef dan memberitahu bahwa bayi yang dikandung Maria adalah Putra Allah dan memberitahu agar siap sedia menikahi Maria. Malaikat itu juga meminta Yosef menamai bayi itu “Yesus” yang akan menjadi Juruselamat bagi dunia. Hal tersebut membuat keraguan Yosef hilang.
Tidak hanya sekali, malaikat pun datang untuk kedua kalinya meminta Yosef untuk membawa Maria dan Yesus ke Mesir, menghindari Raja Herodes yang ingin membunuh seluruh anak-anak di Betlehem yang berumur di bawah dua tahun.
Kemudian, malaikat pun datang untuk ketiga kalinya agar Yosef, Maria, dan Yesus kembali. Dengan setia Yosef mematuhi kembali apa yang dikatakan malaikat kepadanya. Yosef membawa Maria dan Yesus ke Nazaret di Galilea dan tidak kembali ke Betlehem.
Sepanjang hidupnya Santo Yosef menjalankan tugas kewajibannya dengan berani dan setia, baik dalam mematuhi perkataan malaikat kepadanya maupun dalam menjalankan perintah-perintah Tuhan yang diberikan kepadanya seperti membawa keluarganya ke Mesir agar tetap aman dari Raja Herodes lalu kembali ke Nazaret, membawa Yesus ke Bait Allah untuk disunat dan dipersembahkan kepada Allah dan melakukan perjalanan ke Yerusalem untuk merayakan hari raya Paskah.
Santo Yosef menerima tanggung-jawab panggilannya dengan menjadi seorang suami dan ayah yang setia, Ia memberikan yang terbaik yang dapat dilakukan untuk keluarganya saat itu.
Pada abad ke delapan dan sembilan, pada 19 Maret ditentukan sebagai Hari Raya Santo Yosef. Pada 1955, Sri Paus Pius XII (1939- 1958) memaklumkan pesta Santo Yosef pekerja yang dirayakan pada 1 Mei. Pesta ini menekankan martabat pekerjaan dan keteladanan Santo Yosef sebagai pekerja dan untuk menyetakan kembali keikutsertaan Gereja dalam karya penyelamatan Allah.
St. Theresia dari Avila memilih St. Yosef sebagai pelindung ordonya, ordo para biarawati Karmelit. Ia menaruh pengharapan besar dalam memohon bantuan doa St. Yosef. “Setiap kali aku meminta sesuatu kepada St. Yosef,” demikian katanya, “ia selalu memperolehkannya bagiku.”
Teladan Santo Yosef
- Kesederhanaan
Santo Yosef yang hidup sederhana dapat menjadi teladan bagi kita umat Katolik. Santo Yosef dan Bunda Maria mempersembahkan Yesus di Bait Allah, mereka mempersembahkan dua ekor anak burung merpati sebagai korban yang merupakan suatu pengecualian yang diperuntukkan bagi keluarga-keluarga yang tidak mampu mempersembahkan kurban anak domba seperti yang diwajibkan. - Pekerja Keras
Ia juga seorang pekerja keras, Yesus dan Maria hidup dari nafkah Yosef yang berprofesi sebagai tukang kayu. Ia menjalani dengan penuh rasa syukur karena Ia tahu bahwa yang dihidupi bukanlah keluarga biasa melainkan terdapat Anak Tuhan yang dititipkan untuk menebus dosa manusia. Untuk itulah kita menyebut keluarga Yosef, Maria, dan Yesus adalah keluarga kudus. - Pelindung dan Pemerlihara
Santo Yosef sangat melindungi dan memelihara Keluarga Kudus. Ia merupakan sosok yang pekerja keras dan berusaha menyediakan segala kebutuhan yang diperlukan oleh keluarganya. Ia mendapat makanan dari hasil kerja kerasnya dan tidak memikirkan kebutuhan dirinya sendiri, melainkan mengusahakan diri untuk mampu memenuhi kebutuhan yang terbaik bagi keluarganya.















