Dalam upaya meneguhkan semangat pelayanan dan memperdalam arah pastoral Gereja, 71 orang anggota Dewan Pastoral Paroki (DPP) Inti bersama Ketua Lingkungan Paroki St. Maria Diangkat ke Surga Palur mengikuti Rekoleksi dan Pembekalan pada tanggal 28 Februari, 1 Maret 2026 di Rumah Khalwat St. Maria, Tawangmangu. Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus DPP Inti serta para ketua lingkungan yang bersama-sama mempersiapkan pelayanan pastoral paroki untuk periode 2026–2028.
Rekoleksi diawali dengan keberangkatan bersama dari gereja menuju lokasi kegiatan pada Sabtu sore. Setibanya di tempat rekoleksi, peserta mengikuti pembukaan kegiatan dan memasuki sesi pertama yang mengangkat tema “Sinodalitas, Kolaborasi, dan Integrasi Pelayanan.” Sesi ini dipandu oleh Bapak Heribertus Joko Warwanto, anggota Dewan Karya Pastoral Keuskupan Agung Semarang. Dalam pemaparannya ditegaskan bahwa Gereja dipanggil untuk semakin menghidupi semangat sinodal, yakni berjalan bersama, saling mendengarkan, dan melayani secara kolaboratif lintas bidang dalam kehidupan menggereja.
Untuk memperkuat ikatan kerja di Dewan Pastoral, peserta mengikuti dinamika kelompok berdasarkan bidang masing-masing. Mereka diajak berefleksi bersama mengenai kondisi nyata pelayanan di lapangan saat ini. Kejujuran dalam melihat praktik pastoral yang ada menjadi kunci utama agar program yang disusun nanti benar-benar menjawab kebutuhan paroki.
Sinodalitas dan Kolaborasi dalam Pelayanan Gereja
Kegiatan dilanjutkan renungan malam sinodal yang menutup hari dengan refleksi. Romo Yuyun, Pastor Paroki Palur, menceritakan seorang ibu yang takut karena hanya mampu mempersembahkan sekantong beras dari hasil jerih payahnya kepada raja pada hari ulang tahunnya. Sementara banyak tamu undangan dan pejabat memberikan hadiah indah dan mahal. Tetapi justru Raja meminta ibu tersebut memasak nasi tersebut dan mengajak ibu untuk makan bersama. Begitulah, pelayanan kita yang sederhana pun akan menjadi persembahan indah bagi Tuhan, jika kita lakukan dan serahkan dengan tulus dan redah hati. Refleksi yang akhirnya dilaksanakan di dalam ruangan karena hujan dan cuaca dingin, tetap membawa suasana yang syahdu dengan iringan instrumetalia lagu Taize. Ini sekaligus menguatkan niat dan tekad untuk tetap melayani umat Paroki.
Pagi yang dingin dan basah di hari kedua rekoleksi, tak mengurangi semangat olahraga bersama yang membangun kekompakan di antara anggota DPP INTI dan ketua Lingkungan. Seru, penuh celoteh, ditimpali kelakar lucu yang memancing tawa, membuat pagi yang dingin menjadi hangat dalam kebersamaan. Membawa kelucuan dari permainan pagi itu, semua peserta kembali ke bangsal masing-masing untuk mandi dan bersiap sarapan.
Penuh tenaga setelah sarapan, para peserta pembekalan kembali ke aula untuk belajar dari Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr., Vikaris Episkopalis Kategorial Keuskupan Agung Semarang. Pembelajaran dari Romo Santo mengangkat topik Spiritualitas Pelayanan dan Makna ARDAS. Romo Santo memulai sesi belajar pagi dengan mengajar semua peserta membaca rumusan ARDAS IX KAS dari buku kuning Nota Pastoral KAS. Dengan banyak contoh nyata dalam pelayanan dewan paroki dan gaya bicara yang interaktif tetapi penuh guyon ringan yang mengena dan membangkitkan tawa, Romo Santo berhasil mengajak semua anggota Dewan Pastoral Paroki Palur untuk menyadari bahwa ARDAS bukan sekedar dokumen program, tetapi merupakan semangat yang perlu dihidupi oleh setiap pelayan umat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran pagi itu, nampak jelas bahwa ARDAS KAS adalah ’kompas’ arah pastoral yang memandu Gereja, umat Allah Keuskupan Agung Semarang, semakin menghadir-nyatakan Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.
Baca juga :
Rabu Abu: Awal Pertobatan Menuju Paskah
Memahami Spiritualitas Pelayanan dan ARDAS KAS
“Rekoleksi ini membuat kami semakin mengenal satu sama lain sehingga dalam pelayanan di gereja dapat saling bekerja sama dan saling membantu. Saya juga merasa semakin terdorong untuk melayani dengan tanggung jawab dan kerendahan hati,” ungkap Mas Febri anggota DPP Inti yang baru pertama kali mengikuti rekoleksi pembekalan ini. Ini sejalan dengan yang diungkapkan Pak Hari, Wakil Ketua Dewan Paroki. Menurut Pak Hari, dari rekoleksi dan pembekalan yang berkesan adalah semangat bela rasa dan rendah hati untuk pelayanan. Pak Hari juga melihat semua peserta bersemangat dan merasakan ada tambahan wawasan dengan adanya pembekalan ini.
Dari sisi kepanitiaan, kegiatan ini dinilai berjalan dengan baik. Meski demikian, terdapat catatan dari Mas Roga, untuk peningkatan koordinasi dalam kepanitiaan, khususnya pada tahap perencanaan dan persiapan kegiatan agar pelaksanaan kegiatan di masa mendatang dapat semakin optimal.
Sementara itu Romo Yuyun, Romo Paroki kita, mengungkapkan bahwa rekoleksi ini sangat beruntung bisa didampingi sendiri oleh Romo Santo, salah satu pemikir ARDAS KAS. Dalam semangat itu, rekoleksi Dewan Paroki menjadi kesempatan bagi kita untuk menjadi “sehati dan seperasaan dengan Gereja” (sentire cum ecclesia). Rekoleksi juga menjadi kesempatan bagi DPP Inti dan Ketua Lingkungan, dan tentunya umat Palur untuk senantiasa memperbaharui diri dengan berbagai program yang dicanangkan oleh Keuskupan, terutama ARDAS IX, sebagaimana Gereja Katolik yang senantiasa memperbaharui diri (Ecclesia semper reformanda).
Rekoleksi ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang menjadi puncak sekaligus perutusan bagi para peserta untuk kembali ke paroki dan melayani umat dengan semangat yang diperbarui. Lalu apa yang diharapkan dari peserta setelah pulang dari rekoleksi pembekalan ini? Jawabannya adalah sebuah kesadaran baru, penuh, dan aktif, bahwa para anggota DPP Inti dan jajaran Ketua Lingkungan Palur ini adalah pelayan yang dipanggil sebagai rekan sekerja Gembala Paroki. Bersama mengembangkan gereja yang hidupnya berpusat pada Kristus dan membawa kebahagian, inspirasi, serta kesejahteraan bagi banyak orang.
Liputan:
Florentina Pungky Pramesti
Dokumentasi:
Tim Pelayanan Komsos Paroki St. Maria Diangkat ke Surga – Palur
Klik dibawah ini untuk melihat dokumentasi Rekoleksi DPP Paroki Palur














