Orang yang rendah hati tidak akan kehilangan apa pun; bahkan kepada mereka diungkapkan rahasia Allah (Mat 11:25-26).
Baiklah diingat bahwa bukan sekarang waktu yang baik untuk berhitung, untuk kemenangan dan panen, sebab dalam budaya kita lalang yang ditabur musuh dan gandum yang ditabur Tuhan tumbuh bersama.
Sekarang bukan waktunya untuk membiasakan diri dengan hal-hal seperti itu, tetapi saat untuk membungkuk dan mengambil lima batu untuk umban Daud (bdk. 1Sam 17:40).
Inilah saat berdoa. Doa selain memberi kita ketenangan dan iman, juga menyebabkan hati lelah. Kelelahan ini adalah kelelahan yang tidak menipu diri, keletihan orang yang dengan dewasa melaksanakan tanggung jawab pastoralnya, kelelahan orang yang tahu menjadi minoritas dalam “generasi yang jahat dan tidak setia ini”, kelelahan orang yang bersedia berjuang hari demi hari untuk Tuhan demi menyelamatkan umat-Nya.
Di sini dapat dipertanyakan: Apakah aku memiliki hati yang letih dalam kegigihan menyampaikan doa pengantaraan, dan pada saat yang sama apakah di tengah-tengah banyak perjuangan itu, aku merasakan ketenteraman jiwa orang-orang yang semakin akrab dengan Allah?
[Sumber: Paus Fransiskus. Only Love Can Save Us. Malang: Dioma, 2015, hIm. 167-169].















