Tahbisan Romo Bene dan 37 Tahun Imamat Romo Sunu

Tahbisan Romo Bene dan 37 Tahun Imamat Romo Sunu

KARANGANYAR, parokipalur.com – Perayaan Ekaristi atas Tahbisan Imamat Romo Benedictus Adiatama Murti W, Pr sekaligus Ulang Tahun Imamat ke 37 Romo Y. Suwarno Sunu Siswoyo Pr turut mengundang sukacita umat Paroki Palur pada Sabtu (19/7/2025).
Romo Albertus Indra Rahardian OCD juga ikut membersamai perayaan misa perdana Romo Bene. Ketiga Gembala Tuhan tersebut hadir memimpin perayaan ekaristi di tengah sukacita umat yang hadir.

Refleksi Pilihan Hidup dari Injil Lukas

Pada perayaan ekaristi kali ini, Injil yang dibacakan oleh Romo Sunu ialah Lukas 10:38-42.
Dalam perjalanan ke Yerusalem, Yesus dan murid-muridNya tiba di sebuah desa. Seorang perempuan bernama Marta menerima DIa di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara bernama Maria. Maria ini duduk di dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataanNya, sedangkan Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, “Tuhan, tidakkah Engkau peduli bahwa saudariku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya, “Marta, Marta; engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak hal, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian terbaik, yang tidak akan diambil dari dia.”
Bacaan Injil tersebut tentunya menjadi topik pembahasan oleh Romo Bene dalam homili singkatnya. Ia menguraikan terkait pilihan hidup yang dialami Maria dan Marta, juga setiap manusia.

Tahbisan Romo Bene dan 37 Tahun Imamat Romo Sunu - Pemotongan tumpeng oleh Romo Sunu

“Seperti Marta yang berkeluh kesah pada Tuhan, kadangkala kita merasa demikian untuk menjalani sebuah kehidupan,” ujar Romo Bene “tetapi yang perlu kita ingat bahwa dalam setiap pelayanan, dalam setiap pilihan hidup yang kita jalani itu perlu kita hidupi dengan penuh tanggung jawab, sukacita dan rasa syukur,” lanjutnya.
“Rasanya kesal, anyel dan lain sebagainya, itu biasa. Dan itu pasti terjadi dalam setiap pilihan hidup kita. Perasaan itu pasti muncul. Namun yang terpenting kita harus menanggapi dengan sadar. Kesadaran atas pilihan dan menjalani, menyatakan dalam hidup sehari,” ujar Romo Bene.
“Maka, semoga kita semakin dikuatkan untuk merasakan sukacita dalam setiap pilihan hidup kita. Dalam setiap langkah laku yang kita jalani setiap hari, dan dalam panggilan apapun,”
“Mari kita sadari sungguh diri kita agar perasaan negative tidak membelenggu, tidak menguasai hidup kita,” pungkas Romo Bene dalam homilinya yang singkat, tetapi cukup mengena dengan kehidupan sehari-hari.

Tahbisan Romo Bene dan 37 Tahun Imamat Romo Sunu - perwakilan umat memberikan kenang-kenangan kepada Romo Bene

Langkah Awal Romo Bene sebagai Imam

Romo Bene sendiri menerima tahbisan imamat pada 27 Juni 2025 dan akan ditugaskan di Gereja Kristus Raja Ungaran. Sebelum menutup perayaan ekaristi, salah seorang perwakilan umat memberikan kenang-kenangan kepada Romo Bene sekaligus ucapan terimakasih dan selamat atas pengembanan tugas di gereja selanjutnya.
Pemberian kenang-kenangan tersebut kemudian disambung dengan tiup lilin serta pemotongan tumpeng oleh Romo Sunu. Kesetiaan Romo Sunu dalam tahbisan imamatnya yang ke 37 ini tentunya menjadi manifestasi pilihan hidup para gembala Tuhan.
Pemotongan tumpeng yang dilakukan Romo Sunu tersebut diberikan kepada Romo Bene serta Romo Albert, sebagai simbol doa dan harapan untuk mengikuti perjalanan kesetiaan panggilan imamat Romo Sunu hingga tahun ke 37.

Tahbisan Romo Bene dan 37 Tahun Imamat Romo Sunu - Selamat kepada Romo Sunu serta Romo Bene yang akan mengemban tugas di gereja selanjutnya_

Romo Sunu sendiri telah menerima tahbisan imamat 19 Juli 1988 dengan mengambil moto tahbisan “Aku telah percaya, maka saya mewartakan”. Ayat Korintus tersebut menjadi manifestasi Romo Sunu dalam kesetiaan pilihan hidupnya dalam mewartakan panggilan Tuhan.
“Yang menjadi semangat saya, adalah semangat berkah dalem. Saya telah menerima berkat yang begitu banyak dari Tuhan. Saya pun juga ingin menjadi berkat bagi siapapun dan apapun juga. Ini menjadi penyemangat dalam hidup imamat sehingga saya boleh merayakan ulang tahun ke 37 imamat saya,” Ujar Romo Sunu membagikan ceritanya setelah perayaan ekaristi.
Semoga kesetiaan Romo Sunu atas pilihan hidupnya dapat menginspirasi langkah awal Romo Bene serta kita, para umatNya. Selamat kepada Romo Sunu serta Romo Bene yang akan mengemban tugas di gereja selanjutnya

Liputan:
Natalia Dewayanti
Veronica Dwi A

Dokumentasi:
Tim Pelayanan Komsos Paroki St. Maria Diangkat ke Surga – Palur

Share:

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn

Berita dan Kegiatan

Oase

Kumpulan Doa

Cerita Santo Santa