Apa Itu Merdeka?
Sebuah video singkat dan lucu menarik perhatian saya. Video itu berbicara tentang kemerdekaan versi emak-emak. Dalam video tersebut, ada seorang emak-emak berkata, bahwa merdeka itu bila dalam dompetnya berbaris rapi uang bergambar Bung Karno dan Bung Hatta. Karena dengan itu, emak-emak tersebut bisa dengan bebas berbelanja kebutuhan-kebutuhan hidup. Bahkan, bisa bersenang-senang dengan jalan-jalan, piknik tipis-tipis, berbelanja, nonton, pergi ke salon, dan sebagainya
Selanjutnya emak-emak itu berkata, bahwa belumlah merdeka dan masih harus berjuang bila dalam dompetnya yang ada barisan uang bergambar Patimura membawa golok atau Diponegoro membawa keris. Karena emak-emak tersebut masih belum merdeka, masih harus berjuang keras untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan hidup keluarganya. Dari video singkat tersebut, penonton diajak merefleksikan arti kemerdekaan. Kemerdekaan adalah kebebasan ”dari” dan bebas ”untuk
Kemerdekaan: Bebas dari dan Bebas untuk
Kita sebagai Bangsa Indonesia telah merdeka, merdeka ”dari” penjajahan bangsa asing, Belanda dan Jepang. Setelahnya, kemudian sebagai bangsa yang telah mendeka, kita bebas ”untuk” mengatur kehidupan berbagsa dan bernegara. Dalam perjalanan mengisi kemerdekaan ini, tampaknya kita masih terus bergulat untuk merdeka dari dan untuk. Merdeka dari bangsa kita sendiri. Ada sebagian orang yg menjadi penjajah bagi bangsa sendiri. Setiap hari ada saja laporan media mengenai kasus korupsi yang dilakukan pejabat. Ini penjajah bagi bangsa sendiri. Bahkan, yang banyak melakukan korupsi itu pejabat negara dan wakil rakyat. Mengecam penjajahan tapi melakukan penjajahan pada rakyatnya sendiri. Jahat sekali. Selain itu, merdeka dari sekelompok orang dari bangsa kita sendiri, yang memaksakan kehendak menguasai negara ini dengan dasar aturan atau ajaran kelompoknya sendiri. Melarang kebebasan beribadah, menghalangi pembangunan tempat ibadah.Ini bentuk pengkhianatan terhadap negara.
Merdeka dari Penjajahan dan Ketidakadilan
Sebagai pribadi warga dan bangsa Indonesia serta sekaligus murid Kristus, kita juga menghayati arti merdeka, yaitu bebas dari tujuh dosa pokok atau tujuh dosa mematikan menurut iman Katolik, yaitu:
- Kesombongan,
- ketamakan,
- Iri hati,
- Kemarahan,
- Hawa nafsu,
- Kerakusan,
- Kemalasan.
Tujuh dosa pokok itu menjadi induk atau menjadi ibu bagi tindakan dosa lainnya, atau melahirkan dosa-dosa yang lainnya
Kemerdekaan dalam Iman Katolik
Arti kemerdekaan, bebas untuk, ini kita hayati dengan mengisi kemerdekaan, dengan melakukan upaya-upaya untuk kebaikan hidup bersama. Upaya-upaya itu seperti mengembangkan budaya srawung untuk membangun persaudaraan dan kesatuan, melibatkan diri dalam kegiatan kemasyarakatan, menghidupi semangat cinta kasih, kejujuran, kebenaran dan keadilan dalam hidup sehari-hari di tengah masyarakat.
Mari kita hayati kemerdekaan sejati, merdeka ”dari” segala hal negatif dan merdeka ”untuk” berbuat baik demi kesejahteraan bersama.
MERDEKA!!!
Oleh :
Romo Markus Widiyoko, Pr
Tim Pelayanan Perpustakaan
Bidang Paguyuban dan Persaudaraan















