Siap Melayani (Santa Perawan Maria).Bacaan lanjutan: Yohanes 2:1-11 - Perkawinan di Kana.
Kepada bapa bangsa, Abraham, Allah telah berjanji bahwa keturunannya akan menjadi bangsa yang besar. Namun, Abraham juga mengerti bahwa keturunannya tidak cukup banyak dalam hal kuantitas dan kualitasnya. Bangsa yang akan lahir daripadanya harus berbobot dalam segala sifat yang baik. Oleh karena itu, memilih seorang istri yang pantas bagi putranya, Ishak, dengan seksama menjadi penting. Maka, Abaraham menugaskan hambanya bernama Eliezer untuk pergi ke kota Haran dan mencari seorang gadis yang layak untuk menjadi istri bagi Ishak di kota itu. Dengan iringan 10 ekor unta dan dengan membawa berbagai hadiah berangkatlah Eliezer ke Haran. Di Haran, terdapat sebuah sumur tempat gadis-gadis datang menimba air. Kemudian, beginilah doa yang Eliezer panjatkan kepada Tuhan,
“Tuhan, berilah suatu tanda kepadaku supaya aku dapat mengetahui siapa yang Engkau tentukan menjadi istri tuanku, Ishak. Kiranva teriadi begini: aku akan mendekati scorang gadis yang datang ke sini, lalu aku akan meminta minum kepadanya. Jika dia menjawab, ‘Silakan minum dan unta -untamu juga akan kuberi minum,’ dialah yang relah Kaupilih.”
Maka, datanglah seorang gadis menimba air. Dia turun ke mata air itu dan mengisi buyungnya, lalu kembali naik. Eliezer mendekati dia, katanya, “Nona, beri aku minum dulu.” Jawab gadis yang bernama Ribka itu sambil menurunkan buyungnya, “Silakan tuan, minumlah. Alangkah baiknya bagi unta-untamu pun aku menimba air sampai semuanya puas minum.” Puii Tuhan! Terkabullah doa Eliezer. Kemudian, Ribka menjadi istri Ishak (lih. Kejadian 24:1-9).
Betapa tepatlah tanda yang telah Eliezer minta. Dengan demikian, budi luhur calon istri Ishak itu juga nyata. Dia tidak kikir dalam hal memberi pelayanan. Dia justru memberi “lebih” daripada apa yang diharapkan daripadanya. Tuhan menginkan segala yang baik bagi Ishak, orang pilihan-Nya itu, maka Ribka dijadikan-Nya suatu hadiah yang indah bagi Ishak. Allah juga mencurahkan kasih-Nya bagi Ribka sebab dengan berbuat baik, dia pun akan mengalami kebahagiaan. Menjadi alat di tangan Tuhan merupakan sesuatu yang membahagiakan.
Dengan sendirinya, dalam diri Ribka, kita melihat pralambang dari Santa Perawan Maria! Dia menyebut dirinya “hamba Tuhan”. Dia membuktikan hal itu dengan pelayanan sederhana kepada sesama, seperti pada perkawinan di Kana.
Diambil Dari:
52 Renungan Untuk Ibadat Lingkungan
Komisi Liturgi Pusat Pastoral Keuskupan Amboina
Kanisius 2012















